Minggu, 07 Agustus 2011

Calon Tuan Rumah, Next meeting,-

Hallo-hallo.. tidak perlu pakai Toa tetapi lewat huruf-huruf saja,

Bulan Agustus ini ada Malam Sabtu Pahing pada tanggal 26 Agustus 2011,-

Pertemuan selanjutnya belum di tentukan, tetapi bagaimana bila bertempat di rumah Om Tatok, rumah beliau yang baru di Utara kota Jogjakarta?

bagaimana saudara-saudara?


...dan bagaimana dengan Om Tatok selaku Calon empunya rumah,

akankah ter-Kaget sehingga seperti foto di atas?

mungkin juga bila kurang ada Zero juga menyebabkan ter-Kaget seperti itu. :D

Salam.

Minggu, 17 Juli 2011

Undangan

"...para sedulur kula aturi rawuh wonten griya kula, mbenjang malem sabtu pahing kangge ngrembag babagan enggal ingkang mangke kula babaraken kanthi rumuntut dumateng panjenengan sedaya ...., rawuh nggih, menawi mboten kula tambah mewek lho ... hiks..."

Selasa, 21 Juni 2011

Rekoso / Sengsara dan Pemaknaannya Bahan Diskusi Sabtu Pahingan 17/6/2011 eigner

Rekoso/sengsara

àKesusahan hidup, penderitaan, mendatangkan kesusahan, kesusahan hidup, merasa sulit untuk hidup, kemalangan, menyakitkan hati dst

Dimulai dengan pertanyaan terhadap rekoso/sengsara

*Rekoso itu pilihan atau keharusan.

1. Kalau keharusan untuk apa

2. Kalau pilihan berarti ada kemungkinan untuk meniadakan/menghindar

1. Kalau keharusan haruskah diterima

2. Kalau bisa dihindari berarti ada power kekuatan untuk menangkis bagi penderita

1. Kalau bermakna seberapa bermakna kah rekoso

2. bila tetap datang walau berusaha menangkis/meniadakan, maka dari siapakah sengsara

1. Darimanakah sengsara

2. Sia-siakah usaha meniadakan/menghindar

1. Mengapa bisa didapat(diberi atau mempersilakan datang)

2a. Sia-sia buat apa menghindar/meniadakan

2b. Kalau nrima apa yang didapat… à

1. maknanya…. -à

2a. apa makna hasil dari tindakan menghindar…. à

àPertanyaan kemudian berhenti pada makna…

Ketika terpentok yang didapat adalah makna

Bagaimana kita memaknai suatu hal yang dialami

*1Ada yang bilang harus Sengsara sebelum mendapat kenikmatan

*2Ada cerita dikebakaran yang tidak terbakar adalah tembikar yang prosesnya juga lewat pembakaran à yang tahan adl yang pernah terbakar/teruji

*3Ada yang bilang Tidak ada yang baru di bawah sinar matahari, yang baru adalah cara kita memaknai hal yang ada di bawah sinar matahari

Sengsara membimbing pada pemaknaan, jika dikaitkan dg *1 maka pemaknaan itu berbuah kenikmatan, kenikmatan apa? Kenikmatan akan tahan ujiàtetapi terbatas pada ujian yang sama*2, maka dari itu supaya tidak hanya pada satu hal, perlu adanya pemaknaan baru *3

Nek sengsara/rekoso membawa pada pemaknaan baru, lalu apa makna dari pemaknaan?

Nek wis isa mempunyai pemaknaan lalu bagaimana?

à jadi laku/cekelan hidup

Proses yang selalu berulang

Lalu kalau sudah bisa memaknai banyak hal, njuk ngopo?

àmengurangi rekosoàuripe ora rekoso àbisa mbantu orang lain

Hasil Diskusi Sabtu Pahing -17 Juni 2011 Muja-Muju

Hasil diskusi Sabtu Pahingan 17 Juni 2011

Tema: Kesengsaraan dan Pemaknaannya

Yang hadir:

Tatok

Vicky

Eigner

Kristi

Dani

Budhe

sebelum dimulai ada diskusi kecil tentang bahasa, kemudian Kristi dan Dani datang dan sebelum dimulai ada makan malam dahulu. J

Diskusi dibuka dengan penjelasan materi oleh Eigner.

Kemudian ditanggapi oleh Om Tatok bahwa topik kesengsaraan itu menarik terutama setelah masa paskah, karena di masa paskah ditekankan sengsara Yesus yang sebenarnya sengsara secara rohani.

Namun biasanya diartikan sengsara sebatas fisk/psikis sehingga dengan sengsara tersebut bisa diambil maknanya.

Cerita-seorang tinggal di rumah dengan saudara-saudaranya, sampai suatu saat merasa sangat kacau kondisi rumahnya, ribut, sumpek. Kemudian orang itu pergi ke sahabatnya untuk minta nasihat supaya kondisi rumahnya membaik. Tetapi nasihatnya, mulai sekarang masukkan lah kambing, anjing dan sapi ke dalam rumahmu. Orang itu menurut dan memasukkan binatang itu ke dalam rumahnya. Setelah beberapa lama, orang itu kembali kepada sahabatnya dan berkata, kini rumahku tak hanya ramai, tetapi juga bau, penuh dan banyak suara-suara aneh. Kata sahabatnya, nah sekarang keluarkanlah hewan2 itu dari rumahmu.

Setelah itu dikeluarkanlah hewan2 itu dari rumahnya. Setelah beberapa lama orang itu kembali, dan berkata, wah kini kondisi rumah saya sungguh longgar, tidak ada bau dan bunyi2 aneh, hanya suara manusia saja.

-dalam cerita itu padahal kondisi awal dan akhir adalah sama saja

Budhe: sengsara itu beda-beda tergantung yang merasakan, bisa menurut seseorang itu biasa saja tetapi dilihat orang lain itu sudah sangat menyengsarakan

Termasuk kata sengsara di pengakuan iman sempat menjadi permasalahan di gereja. Karena sengsaranya bukan ke fisk/psikis tetapi kondisi rohani.

Akhirnya kata sengsara tetap dipakai di pengakuan iman tetapi dengan pemaknaan yang baru bahwa (lali)

Vicky: di jawa ada ruwatan, untuk menghilangkan kesialan/sengsara

Tatok: memang ada, dan itu sebagai alat, yang ditekankan disitu adalah untuk mengubah mind statenya, dengan diruat itu mind statenya diubah. Di berbagai agama ada ritual untuk itu, namun di kristen tidak. Yang sangat terlihat memang di kejawen, dengan di gembleng sedemikian rupa secara fisik-psikis hingga bisa mengatasi sengsara fisk-psikis tersebut.

Eigner: menjadi mempertanyakan kalau bisa menangkis/menghilangkan kesengsaraan orang akan menuju kekuatan dan orang mencarinya kekuatannya sehingga terjebak disitu.

Tatok: sebernarnya kekuatan itu hanya sebagai alat, namun bisa menjadi terjebak ketika orang menjadikan alat itu sebagai tujuannya, harusnya sebagai alat untuk mencapai mind state.

Kristi : jadi sebenarnya tanpa alat juga bisa mencapai kondisi mind state.

Tatok: ya, tanpa alat bisa mencapai kondisiitu, dan mengatasi sengsara.

Vicky: kalau sengsara sebagai resiko?

Tatok: tidak, karena pilihannya pasti bukan sengsaranya, tetapi melakukannya, kalau sudah dipilh untuk dijalani/dilakoni ya seharusnya mind statenya sudah tidak menganggap itu adalah kesengsaraan. Nah kalau menjadi resiko dan mengeluh atas pilihannya berarti dia tidak konsekuen atas pilihannya.

Diskusi selesai dan Sabtu Pahingan selanjutnya (22 Juli 2011) sangat rindu untuk diadakan di Wonosobo.

Selagi musim durian.

Juga karena diskusinya malam, maka hari sabtuunya bisa berburu duren dan berwisata di Dieng. Usul transportasi mobil L300 24jam. Berangkat jumat sore sampai jogja sabtu sore.

Rabu, 15 Juni 2011

Hmmm sedikit re call pada awal dulu pertemuan apa saja yang akan dijadwalkan,,,

Tema pertemuan ke II (Tatok) Terlaksana
Fokus diskusi mengenai Javanis Wisdom yang akan di eksplorasi versi alkitab.
Nilai kejawaan pribadi seseorang adalah pengalaman pribadi atau yang telah dipengaruhi oleh teologi-nya/kekristenannya. Apa yang ingin diungkapkan mengenai atau yang paling diinginkan oleh masing-masing pribadi.
Memulai dengan membicarakan pendekatan-pendekatan yang lebih menggunakan perasaan daripada pikiran untuk menggali nilai tema yang akan disharingkan

Mbak Ika : Pertemuan Ke III Belum
Kematian, Hubungan orang yang sudah mati dengan orang yang masih hidup

Kons : Pertemuan Ke (?) Belum
Topik Umum. saya ingin kalau kitab suci bilang manusia ciptaan Tuhan yang paling tinggi atau secitra dengan Allah jadi kalau malaikat; pertanyaan saya, Allah itu roh dan malaikat juga berbentuk roh. Nah apakah derajat kita lebih tinggi dari Allah.

Usulan dari pak tatok untuk pak wit : memaknai kehidupan dengan pengalaman hidupnya yang sudah melanglang buana.

Pak Wid : Belum
Kosmologi Jawa (menyusul) Hubungan Geologi dengan Penciptaan.

Kristi : Diantara dogma dan realita/Bagaimana orang jawa memahami dogma Terlaksana

Daniel : Perbandingan pemaknaan Penanggalan Jawa dan Kristen Terlaksana

Didit : Kawruh jiwa Terlaksana

Vicky : Belum
Orang jawa yang merasa kehilangan kejawaannya. Penghayatan tentang tanah

Desember : Belum
Dua kaki di dua dunia menguak kesadaran dalam realitas yang berbeda


bisa untuk diskusi selanjutnya digenapi apa yang telah diutarakan :D

Jumat, 15 Oktober 2010

Tetap Semangat!!!!

diskusi sabtu pahingan pertemuan ke-7 ditempat saudara Dani, dihadiri oleh 7 orang, dengan narasumber terbatas, dipimpin oleh tetua Pdt.Radhitya. walau minim peserta dan sumber, namun sabtu pahingan kali ini bertemakan tetap semangat!!!

Hasil Diskusi Pertemuan VII

Rumah Dani, Jumat, 15 Oktober 2010
Penanggalan Jawa

Hadir: Dani, Didit, Kristi, Martinus, Eri, Vicky

Pemimpin: Didit
Penambat: Kristi
Pemateri: Dani

Presentasi Dani
Penghayatan kalender
Jawa: padinan, pasaran, bulan. Penghayatannya dalam.
Kristen: kalender gerejawi

Didit: mengapresiasi tulisan ini.
1. Baik kalender Jawa maupun Kristiani berfungsi menjadi penanda yang memperlihatkan kemampuannya mengapresiasi kehidupan.
2. Yang menarik: melihat tradisi lain dalam melihat kalender dari sudut pandang sebagai bagian dari komunitas tertentu. Sebagai orang Jawa melihat dan memaknai ulang tradisi kekristenan yang diperhadapkan kepada kita. Sebab selama ini tradisi Jawa yang ditarik ke dalam tradisi Kristiani.
3. Ada sistem yang belum disampaikan, yaitu apa pijakan yang digunakan saat melakukan apresiasi dan memunculkan kalender. Jawa: bulan, Masehi: matahari. Di Kristen, yang menggunakan bulan adalah menentukan Paskah.
4. Dalam menggunakan kalender yang mengapresiasi kehidupan, semuanya adalah untuk menemukan hal yang baik. Misalnya, untuk menikah ya menentukan yang baik. Di Kekristenan ada penentuan terhadap hari yang harus dirayakan: mengenang kehidupan Sang Yesus sendiri.
5. Jawa: siklus saptawara-padinan (7 hari) & pancawara-pasaran (5 hari).
6. Bulan, sama 12, tetapi lamanya yang berbeda dengan masehi.

Kristi: kalender kristiani itu kalender gerejawi? Soalnya kalau siklus natal, pakai matahari. Kalau siklus paskah, pakai bulan. Yahudi: belum ada natal. Tahunnya pakai bulan.

Didit:
Kalender kristiani:
1-3 natal romawi
4 natal koptik
5-12 yahudi

Martinus: Hari-hari Jawa habisnya jam 8 kan?
Didit: ada beberapa versi, tapi yang paling umum adalah berdasar matahari tenggelam. Ada yang setelah jam 12 siang.
Biston: lahir Selasa Kliwon malam, dianggap Rebo legi. Alasannya, karena weton rebo legi lebih nyaman untuk disandang.
Martinus: ada beberapa versi ya? Lalu yang bagaimana?
Didit: dari pakde, tidak banyak yang tahu kalau setelah jam 12 siang sudah berubah pasarannya.
Martinus:
Didit: puasa bergantinya waktu mendekati jam 6
Kristi: pengetan 7 hari dll itu selalu malamnya, seperti Setu paingan. Seperti pas bapak meninggal, seperti Yesus.
Didit: menariknya, orang eropa tetap pakai paskah minggu
Ada elastisitas dalam Kristiani dan Jawa. Namun tidak pernah tersosialisasikan kepada jemaat/orang kristen lainnya. Bedanya antara orang Kristen dan Katolik: Katolik paskah, Kristen natal. Ini akibat perseteruan, sehingga menjadi pembeda antara Kat-Prot. Sebab sebelumnya ya paskah itu yang menjadi momen terpenting. Itulah sebabnya orang katolik sangat luar biasa dalam merayakan paskah. Protestan sekarang masa paskah ada perjamuan dan tidak dipandang sebagai pk reguler. Tapi pas natal tidak ada pk.

Vicky: pada bulannya orang jawa, puasanya apa ya pas pasa?
Didit: bulan pasa baru digunakan setelah waktu sultan agung yang menggabungkan jawa dan islam. Sekaten & grebeg awalnya bukan islam, tapi dipakai islam. Selama bulan pasa ada tadarus dll.
Intermezo: salah seorang paranormal di Jawa, plat nomernya pakai tahunnya sultan agung menggabungkan kalender jawa islam.
Vicky: penganggalan jawa apakah yang ada di almanak?
Didit: mungkin itu pranata mangsa. Jawa mengapresiasi kehidupan pertanian.

Martinus: mengapa waktu bagi orang jawa sangat penting? Misalnya, bepergian. Apakah karena pengalaman lalu jadi patokan.
Didit: orang Jawa dikenal dalam kemampuannya menandai: titen, pranata mangsa muncul dari kebiasaan yang dititeni dan dicatat. Pranata mangsa itu terbitan tahun sekian. Sekarang harusnya kita mampu menyusun pranata mangsa yang sesuai dengan kondisi sekarang. Padahal sekarang tidak banyak yang punya kemampuan mencatat. Misalnya selasa tidak dipakai untuk pertemuan penting karena selasa = sela-selane dina.

Islam: Jumat solat jumat
Didit: pasar sesuai pasaran  mengurangi konsumerisme

Martinus: kenapa pahing paling besar?

Martinus: kalau anak sekarang tidak ngerti petung, lalu bagaimana? Kalau tadinya tidak tahu, sekarang tahu, jadi khawatir
Eigner: selama masyarakat percaya, ya itu ada
Didi: kita harus rumuskan yang sekarang

Vicky: pranata mangsa itu bulan atau bintang? Terus apa kaitannya dengan bulan tadi?
Didit: ketika menghitung bintang (niteni bintang), ya pakai bulan apa saat itu…
Ketika bumi berputar mengitari matahari, muncullah bintang. Hahaha
Dari Israel ke Asia: kritikan

Didit: Sura: dipakai oleh Kraton, sehingga disengkerke. Selain itu titik matahari, bulan, bumi pas kentheng2nge sehingga untuk mepe barang aji isa garing tuwa. Jawa: pasti ada cerita

Kristi: tahun masehi maret bulan 1

Didit: perandingan dan penyamaan, tetap ada apresiasi terhadap penanggalan untuk mencapai kebaikan

Eigner: penanggalan Barat: dengan perhitungan logika. Sedangkan orang Jawa dengan pengalaman/peristiwa.